Awal yang biasa saja hingga terasa percikan penyesalan. Semua terarah seakan semuanya baik-baik saja ternyata aku salah.
Ya aku salah menempatkan diri dan aku sangat salah menempatkan kerinduan itu menjadi penyesalan. Kerinduan yang semakin begejolak membuatku berdalih dan menipu hatiku sendiri "aku tidak merindukannya, orang sepertiku tidak mungkin rindu apa lagi menyesal" selalu kata-kata seperti ini yg aku jadikan pondasi logika.
Ternyata untuk kali ini logikaku lalai,tepatnya kalah dengan hati. Perlahan seakan aku membenarkan semuanya, membenarkan yang selama ini diinginkan oleh hatiku.
Aku jatuh cinta, kata-kata yang tidak pernah aku percayai dan perasaan yang seharusnya tidak sekarang ini aku sadari. Aku mencintainya? Oh tuhan kenapa harus aku yang diposisi seperti ini! Perasaan itu membuatku bodoh dalam berlogika, membuat hatiku terasa tidak nyaman setiap kali aku berpapasan dengannya, ya dia dalam gedung studi yang sama denganku. Aku tidak menyukai perasaan ini, kenapa penyesalan itu baru sekarang adanya dan kenapa aku tidak bisa menerima kenyataan ini bahwa aku dengannya telah usai.
Telah usai sejak dulu, sejak rasa cinta itu belum ada sejak aku belum menyadari bahwa aku jatuh cinta padanya. Tanpa aku sadari sekarang aku berperang dengan diriku sendiri akan hal tentang dirinya, logikaku ingin melupakkannya tapi tidak dengan hatiku yang ingin tetap bertahan dan berharap dia kembali.
Hatiku bodoh mengharapkan yang tidak mungkin jika iya tidak mengetahuinya, dan logikaku juga tidak pintar,karna sikapku yg tidak terkontrol ketika berpapasan atau behadapan dengannya. Aku seringkali memalingkan wajah seakan aku tidak ingin melihat matanya aku tidak ingin ia mengetahui bahwa aku masih menantinya.
#canda
Menarik
BalasHapusUps
BalasHapus